Kabar Gereja: Empat anggota Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Lahairoi Maulafa Diserang Pemuda

Gereja dan Pendidikan

Gereja dan Masyarakat

Gereja dan Kesehatan

Gereja dan Lingkungan

Gereja dan Toleransi

Kata kunci terkait: Kabar Gereja - Bali dan Nusa Tenggara , Kupang , ntt - Empat anggota Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Lahairoi Maulafa Diserang Pemuda

KUPANG (NTT) - Sejumlah pemuda menyerang empat jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Lahairoi, di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat tikaman dengan benda tajam, tiga jemaat luka parah hingga kritis.

Tiga jemaat yang kritis tersebut, yakni Aldi Nggili yang ditikam di bagian belakang, Aria Ndolu di bagian dada hingga mengenai paru-paru dan Boy Nafi yang ditikam di perut hingga mengenai usus. Sementara itu, satu korban lainnya yakni Ale Lani menderita luka di bagian tangannya.

Sam Mainaki, salah seorang keluarga korban, mengatakan aksi penyerangan itu dilakukan Jumat (31/10/2014) tadi malam sekitar pukul 22.00 Wita.

“Penyerang berjumlah empat orang, namun hanya dua orang yang membawa pisau. Ratusan anggota jemaat yang ketika itu baru keluar dari gereja pun tidak bisa berbuat banyak karena pelaku membawa pisau dan langsung menyerang para korban secara membabi buta,” ungkap Sam, Sabtu (1/11/2014).

Menurut Sam, setelah para korban terjatuh akibat ditikam, para pelaku langsung melarikan diri. Sebagian pelaku bersembunyi di rumah pendeta yang berada di kompleks gereja, sementara pelaku lainnya bersembunyi di rumah mereka yang memang tidak jauh dari gereja.

Jemaat yang marah, lanjut Sam, akhirnya mengejar para pelaku hingga melempari rumah yang menjadi tempat persembunyian pelaku. Dua orang pelaku yakni James dan Jefry akhirnya berhasil dibekuk sejumlah anggota polisi yang turun ke lokasi beberapa saat kemudian. Polisi pun masih memburu dua orang pelaku lainnya.

Terkait aksi penyerangan itu, Wakil kepala Polres Kupang Kota, Komisaris Yulian Perdana, mengatakan kejadian itu bukan penyerangan terhadap jemaat gereja tetapi hanya perkelahian.

“Itu kasus perkelahian yang kebetulan lokasinya dekat dengan gereja. Para tersangka (pelaku) sudah diamankan dan ditahan,” kata Yulian melalui pesan singkat, Sabtu malam. (Tribunews)